SABAR
A. Makna Sabar
Sabar asal katanya adalah “shabara”, yang membentuk infinitif (masdar)
menjadi “shabran“. Dari segi bahasa, sabar berarti menahan dan
mencegah. Menguatkan makna seperti ini adalah firman Allah dalam Al-Qur’an:
“Dan bersabarlah kamu
bersama-sama dengan orang-orang yang menyeru Tuhannya di pagi dan senja hari
dengan mengharap keridhaan-Nya; dan janganlah kedua matamu berpaling dari
mereka (karena) mengharapkan perhiasan kehidupan dunia ini; dan janganlah kamu
mengikuti orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengingati Kami, serta
menuruti hawa nafsunya dan adalah keadaannya itu melewati batas.”
(Al-Kahfi: 28)
Dari segi istilahn sabar adalah menahan diri dari sifat kegundahan dan rasa
emosi, kemudian menahan lisan dari keluh kesah serta menahan anggota tubuh dari
perbuatan yang tidak terarah.
B. Sabar Sebagaimana Digambarkan Dalam Al-Qur’an
Dalam Al-Qur’an banyak
ayat yang berbicara mengenai kesabaran. Jika ditelusuri, terdapat 103 kali
disebut dalam Al-Qur’an, baik berbentuk isim maupun fi’ilnya.
Hal ini menunjukkan betapa kesabaran menjadi perhatian Allah swt.
1. Sabar merupakan
perintah Allah. “Hai orang-orang yang beriman, mintalah pertolongan
kepada Allah dengan sabar dan shalat, sesungguhnya Allah beserta orang-orang
yang sabar.” (Al-Baqarah: 153). Ayat-ayat yang serupa Ali Imran: 200,
An-Nahl: 127, Al-Anfal: 46, Yunus: 109, Hud: 115.
2. Larangan isti’jal (tergesa-gesa). “Maka
bersabarlah kamu seperti orang-orang yang mempunyai keteguhan hati dari
rasul-rasul dan janganlah kamu meminta disegerakan (azab) bagi mereka…” (Al-Ahqaf:
35)
3. Pujian Allah bagi
orang-orang yang sabar: “…dan orang-orang yang bersabar dalam
kesulitan, penderitaan dan dalam peperangan. Mereka itulah orang-orang yang
benar imannya dan mereka itulah orang-orang yang bertaqwa.” (Al-Baqarah:
177)
4. Allah akan mencintai orang-orang yang sabar. “Dan Allah mencintai
orang-orang yang sabar.” (Ali Imran: 146)
5. Kebersamaan Allah dengan orang-orang yang sabar. Artinya Allah senantiasa
akan menyertai hamba-hamba-Nya yang sabar. “Dan bersabarlah kamu,
karena sesungguhnya Allah itu beserta orang-orang yang sabar.” (Al-Anfal:
46)
6. Mendapatkan pahala
surga dari Allah. (Ar-Ra’d: 23 – 24)
C. Kesabaran Sebagaimana Digambarkan Dalam Hadits
Sebagaimana dalam
Al-Qur’an, dalam hadits banyak sekali sabda Rasulullah yang menggambarkan
kesabaran. Dalam kitab Riyadhus Shalihin, Imam Nawawi mencantumkan
29 hadits yang bertemakan sabar. Secara garis besar kita ambil 5 saja :
1. Kesabaran merupakan “dhiya’ ”
(cahaya yang amat terang). Karena dengan kesabaran inilah, seseorang akan mampu
menyingkap kegelapan. Rasulullah mengungkapkan, “…dan kesabaran
merupakan cahaya yang terang…” (HR. Muslim)
2. Seseorang yang sabar akan mendapatkan
pahala surga. Dalam sebuah hadits digambarkan; Dari Anas bin Malik ra
berkata, bahwa aku mendengar Rasulullah saw. bersabda, “Sesungguhnya Allah
berfirman, ‘Apabila Aku menguji hamba-Ku dengan kedua matanya, kemudian
diabersabar, maka aku gantikan surga baginya’.” (HR. Bukhari)
6. Sabar merupakan sifat para nabi. Ibnu
Mas’ud dalam sebuah riwayat pernah mengatakan: Dari Abdullan bin Mas’ud
berkata”Seakan-akan aku memandang Rasulullah saw. menceritakan salah seorang
nabi, yang dipukuli oleh kaumnya hingga berdarah, kemudia ia mengusap darah
dari wajahnya seraya berkata, ‘Ya Allah ampunilah dosa kaumku, karena
sesungguhnya mereka tidak mengetahui.” (HR. Bukhari)
7. Kesabaran merupakan ciri
orang yang kuat. Rasulullah pernah menggambarkan dalam sebuah hadits; Dari
Abu Hurairah ra berkata, bahwa Rasulullah bersabda, “Orang yang kuat bukanlah
yang pandai bergulat, namun orang yang kuat adalah orang yang memiliki jiwanya
ketika marah.” (HR. Bukhari)
8. Kesabaran dapat
menghapuskan dosa. Rasulullah menggambarkan dalam sebuah haditsnya; Dari
Abu Hurairah ra. bahwa Rasulullan saw. bersabda, “Tidaklah seorang muslim
mendapatkan kelelahan, sakit, kecemasan, kesedihan, mara bahaya dan juga
kesusahan, hingga duri yang menusuknya, melainkan Allah akan menghapuskan
dosa-dosanya dengan hal tersebut.” (HR. Bukhari & Muslim)
D. Bentuk-Bentuk Kesabaran
Para ulama membagi
kesabaran menjadi tiga:
1. Sabar dalam ketaatan kepada Allah.
Ditinjau dari penyebabnya, terdapat tiga hal yang menyebabkan insan sulit untuk
sabar. Pertama karena malas, seperti dalam melakukan ibadah shalat. Kedua
karena bakhil (kikir), seperti menunaikan zakat dan infaq. Ketiga karena
keduanya, (malas dan kikir), seperti haji dan jihad.
2. Sabar dalam meninggalkan kemaksiatan.
Meninggalkan kemaksiatan juga membutuhkan kesabaran yang besar, seperti ghibah (baca;
ngerumpi), dusta, dan memandang sesuatu yang haram.
3. Sabar dalam menghadapi ujian dan cobaan
dari Allah, seperti mendapatkan musibah, baik yang bersifat materi ataupun
inmateri.
E. Kiat-kiat Untuk Meningkatkan Kesabaran
1. Mengikhlaskan niat kepada Allah swt.
2. Memperbanyak tilawah (membaca)
Al-Qur’an, baik pada pagi, siang, sore ataupun malam hari.
3. Memperbanyak puasa sunnah. Puasa merupakan
ibadah yang memang secara khusus dapat melatih kesabaran.
4. Mujahadatun nafs, yaitu sebuah usaha
yang dilakukan insan untuk berusaha secara giat untuk mengalahkan nafsu yang
cenderung suka pada hal-hal negatif, seperti malas, marah, dan kikir.
5. Mengingat-ingat kembali tujuan hidup di
dunia. Karena hal ini akan memacu insan untuk beramal secara sempurna.
6. Perlu mengadakan latihan-latihan sabar
secara pribadi. Seperti ketika sedang sendiri dalam rumah, hendaklah dilatih
untuk beramal ibadah dari pada menyaksikan televisi, misalnya. Kemudian melatih
diri untuk menyisihkan sebagian rezeki untuk infaq fi sabilillah.
7. Membaca-baca kisah-kisah kesabaran para
sahabat, tabi’in maupun tokoh-tokoh Islam lainnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar