Hak-Hak Yang Wajib Dilaksanakan
Semasa Orang Tua Masih Hidup
Diantara hak orang tua ketika masih hidup
adalah:
1. Mentaati Mereka Selama Tidak
Mendurhakai Allah
Mentaati
kedua orang tua hukumnya wajib atas setiap Muslim. Haram hukumnya mendurhakai
keduanya. Tidak diperbolehkan sedikit pun mendurhakai mereka berdua kecuali
apabila mereka menyuruh untuk menyekutukan Allah atau mendurhakai-Nya.
Allah
subhanahu wa ta’ala berfirman (yang artinya):
“Dan
jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan dengan Aku sesuatu yang tidak ada
pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya…”
[QS.Lukman: 15]
2. Berbakti dan Merendahkan
Diri Dihadapan Kedua Orang Tua
Allah
subhanahu wa ta’ala berfirman (yang artinya):
“Kami
perintahkan kepada manusia suapaya berbuat baik kepada dua orang ibu bapaknya..”
[QS.Al Ahqaf: 15]
“Sembahlah
Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun. Dan berbuat
baiklah kepada dua orang ibu bapak..” [QS.An Nisaa’:36]
3. Merendahkan Diri Dihadapan
Mereka
Tidak
boleh mengeraskan suara melebihi suara kedua orang tua atau di hadapan mereka
berdua. Tidak boleh juga berjalan di depan mereka, masuk dan keluar mendahului
mereka, atau mendahului urusan mereka berdua. Rendahkanlah diri di hadapan
mereka berdua dengan cara mendahulukan segala urusan mereka, membentangkan
dipan untuk mereka, mempersilahkan mereka duduk ditempat yang empuk,
menyodorkan bantal, jangan mendahului makan dan minum, dan lain sebagainya.
4. Berbicara Dengan Lembut
Dihadapan Mereka
Berbicara
dengan lembut merupakan kesempurnaan bakti kepada kedua orang tua dan
merendahkan diri di hadapan mereka, sebagaimana firman Allah subhanahu wa
ta’ala (yang artinya):
“…Maka
sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan ‘ah’ dan
janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang
mulia.” [QS.Al Israa’: 23]
Oleh
karena itu, berbicaralah kepada mereka berdua dengan ucapan yang lemah lembut
dan baik serta dengan lafazh yang bagus.
5. Menyediakan Makanan Untuk
Mereka
Menyediakan
makanan juga termasuk bakti kepada kedua orang tua, terutama jika ia memberi
mereka makan dari hasil jerih payah sendiri. Jadi, sepantasnya disediakan untuk
mereka makanan dan minuman terbaik dan lebih mendahulukan mereka berdua
daripada dirinya, anaknya, dan istrinya.
6. Meminta Izin Kepada Mereka
Sebelum Berjihad dan Pergi Untuk Urusan Lainnya
Izin
kepada orang tua diperlukan untuk jihad yang belum ditentukan. Seorang
laki-laki datang menghadap Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam dan bertanya:
“Ya Rasulullah, apakah aku boleh ikut berjihad?” Beliau balik bertanya: “Apakah
kamu masih mempunyai kedua orang tua?” Laki-laki itu menjawab: “Masih.” Beliau
bersabda: “Berjihadlah (dengan cara berbakti) kepada keduanya."
maka sesungguhnya, pahala orang yang berbakti kepada orang tua lebih besar dari pada berjihad (berperang) dijalan Allah.
7. Memberikan Harta Kepada
Orang Tua Menurut Jumlah yang Mereka Inginkan
Rasulullah
shalallahu ‘alaihi wasallam pernah bersabda kepada seorang laki-laki ketik ia
berkata: “Ayahku ingin mengambil hartaku.”
Nabi
shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Kamu dan hartamu milik ayahmu.”
Oleh
sebab itu, hendaknya seseorang jangan bersikap bakhil (kikir) terhadap orang
yang menyebabkan keberadaan dirinya, memeliharanya ketika kecil dan lemah,
serta telah berbuat baik kepadanya.
8. Membuat Keduanya Ridha
Dengan Berbuat Baik Kepada Orang-orang yang Dicintai Mereka
Hendaknya
seseorang membuat kedua orang tua ridha dengan berbuat baik kepada para
saudara, karib sahabat, teman-teman, dan selain mereka. Yakni, dengan
memuliakan mereka, menyambung tali silaturrahim dengan mereka, menunaikan janji-janji
(orang tua) kepada mereka. Akan disebutkan nanti beberapa hadits yang berkaitan
dengan masalah ini.
9. Memenuhi Sumpah Kedua Orang
Tua
Apabila
kedua orang tua bersumpah kepada anaknya untuk suatu perkara tertentu yang
didalamnya tidak terdapat perbuatan maksiat, maka wajib bagi seorang anak untuk
memenuhi sumpah keduanya karena itu termasuk hak mereka.
10. Tidak Mencela Orang Tua
Atau Tidak Menyebabkan Mereka Dicela Orang Lain
Mencela
orang tua dan menyebabkan mereka dicela orang lain termasuk salah satu dosa
besar.
Rasulullah
shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
“Termasuk
dosa besar adalah seseorang mencela orang tuanya.” Para Sahabat bertanya: “Ya
Rasulullah, apa ada orang yang mencela orang tuanya?” Beliau menjawab: “Ada. Ia
mencela ayah orang lain kemudian orang itu membalas mencela orang tuanya. Ia
mencela ibu orang lain lalu orang itu membalas mencela ibunya.”
Perbuatan
ini merupakan perbuatan dosa yang paling buruk.
Orang-orang
sering bergurau dan bercanda dengan melakukan yang sangat tercela ini. Biasanya
perbuatan ini muncul dari orang-orang rendahan dan hina. Perbuatan seperti ini
termasuk dosa besar sebagaimana yang telah disebutkan.
11. Mendahulukan Berbakti
Kepada Ibu Daripada Ayah
Seorang
laki-laki pernah bertanya kepada Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam: “Siapa
yang paling berhak mendapatkan perlakuan baik dariku?” Beliau menjawab:
“Ibumu.” Laki-laki itu bertanya lagi: “Kemudian siapa lagi?” Beliau kembali
menjawab: “Ibumu.” Laki-laki itu kembali bertanya: “Kemudian siapa lagi? Beliau
menjawab: “Ibumu.” “Lalu siapa lagi?” tanyanya. “Ayahmu.” Jawab beliau.
Hadits
diatas tidak bermaksud lebih mentaati ibu daripada ayah. Sebab, mentaati ayah
lebih di dahulukan jika keduanya menyuruh pada waktu yang sama dan dibolehkan
dalam syariat. Alasannya, ibu sendiri diwajibkan untuk taat kepada suaminya,
yaitu ayah anaknya. Hanya saja, jika salah seorang mereka menyuruh berbuat taat
dan yang lain menyuruh berbuat maksiat, maka wajib untuk mentaati yang pertama.
Maksud
lebih mendahulukan berbuat baik kepada ibu yaitu lebih bersikap lemah lembut,
lebih berprilaku baik dan memberikan sikap yang lebih halus daripada ayah. Hal
ini apabila keduanya berada di atas kebenaran.
Sebagian
Salaf berkata: “Hak ayah lebih besar dan hak ibu patut untuk dipenuhi.”
Demikianlah
penjelasan umum hak-hak orang tua semasa mereka masih hidup.
Bagian II
Hak-Hak Orang Tua Setelah
Mereka Meninggal Dunia
Diantara
hak orang tua setelah mereka meninggal adalah:
1. Menshalati Keduanya
Maksud
menshalati disini adalah mendoakan keduanya. Yakni, setelah mereka meninggal
dunia, karena ini termasuk bakti kepada mereka. Oleh karena itu, seorang anak
hendaknya lebih sering mendoakan kedua orang tuanya setelah mereka meninggal
daripada ketika masih hidup. Apabila anak itu mendoakan keduanya, niscaya
mereka berdua akan semakin bertambah, berdasarkan sabda Rasulullah shalallahu
‘alaihi wasallam: “Apabila manusia sudah meninggal, maka terputuslah amalannya
kecuali tiga hal: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak shalih yang mendoakan
dirinya.”
2. Beristighfar Untuk Mereka
Berdua
Orang
tua adalah yang paling utama bagi seorang Muslim untuk didoakan agar Allah
mengampuni mereka karena kebaikan mereka yang besar.
Allah subhanahu wa ta’ala menceritakan kisah
Nabi Ibrahim ‘alaihissalam dalam al Qur’an (yang artinya): “Ya Rabb kami, beri ampunlah aku
dan kedua ibu bapakku…” [QS.Ibrahim: 41]
3. Menunaikan Janji Kedua Orang
Tua
Hendaknya
seseorang menunaikan wasiat orang tua dan melanjutkan secara berkesinambungan
amalan-amalan kebaikan yang dahulu pernah dilakukan keduanya. Sebab, pahala
akan terus mengalir kepada mereka berdua apabila amalan kebaikan yang dulu
pernah dilakukan dilanjutkan oleh anak mereka.
4. Memuliakan Teman Kedua Orang
Tua
Memuliakan
teman kedua orang tua juga termasuk berbuat baik kepada orang tua, sebagaimana
yang telah disebutkan. Ibnu ‘Umar radhiyallahu ‘anhu pernah berpapasan dengan
seorang Arab badui di jalan menuju Mekkah. Kemudian Ibnu ‘Umar mengucapkan
salam kepadanya dan mempersilahkan naik ke atas keledai yang ia tunggangi.
Selanjutnya, ia juga memberikan sorbannya yang ia pakai. Ibnu Dinar berkata:
“Semoga Allah memuliakanmu. Mereka itu orang Arab badui dan mereka sudah
terbiasa berjalan.” Ibnu ‘Umar berkata: “Sungguh, dulu ayahnya teman ‘Umar bin
al Khaththab dan aku pernah mendengar Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam
bersabda: “Sesungguhnya bakti anak yang terbaik adalah seorang anak yang
menyambung tali persahabatan dengan keluarga teman ayahnya setelah ayahnya
tersebut meninggal.”
5. Menyambung Tali Silaturrahim
Dengan Kerabat Ibu dan Ayah
Hendaknya
seseorang menyambung tali silaturrahim dengan semua kerabat yang silsilah
keturunannya bersambung dengan ayah dan ibu, seperti paman dari pihak ayah dan
ibu, bibi dari pihak ayah dan ibu, kakek, nenek, dan anak mereka semua. Bagi
yang melakukannya, berarti ia telah menyambung tali silturrahim kedua orang
tuanya dan telah berbakti kepada mereka. Hal ini berdasarkan hadits yang telah
disebutkan dan sabda beliau shalallahu ‘alaihi wasallam: “Barangsiapa ingin
menyambung tali silaturrahim ayahnya yang ada dikuburannya, maka sambunglah
tali silaturrahim dengan saudara-saudara ayahnya setelah ia meninggal.”
Demikianlah
akhir dari adab berbakti kepada orang tua yang telah dimudahkan Allah kepadaku
untuk menuliskannya, yang seluruhnya berjumlah enam belas adab. Walhamdulillahi
Rabbil ‘aalamiin

Tidak ada komentar:
Posting Komentar